ROLEPLAY KEPERAWATAN "MENGHARGAI PERBEDAAN"

 Suatu waktu di sebuah ruang ICCU ada seorang pasien bernama Nn. Rika dalam keadaan koma. Keluarga pasien terlihat sangat cemas, sedih dan merasa putus asa.

Ibu : “ Anakku….. Bangun……bangun….” (sambil memegang tangan pasien)

Ayah : “ Sabar bu,jangan menangis. Anak kita pasti kembali kepada kita. Tuhan akan mencabut semua penyakitnya.”

Ibu : “ Tapi kapan yah, Oh Tuhan cabut penyakitnya” (merasa putus asa)

Tidak lama kemudian datang Perawat Ima untuk memeriksa Kondisi Pasien.

Perawat : “ Selamat siang,bu.”

Ayah : “ Siang kembali,sus.”

Perawat : “ Ibu, bapak maaf mengganggu waktunya. Saya perawat Ima di ruangan ini. Sekarang saya ingin memeriksa kondisi anak ibu dan bapak “

Ayah : “ Silahkan,sus.”

(perawat Ima langsung memeriksa pasien)

Ibu : “ Gimana sus keadaanya sekarang? Sudah membaik ? “

Ayah : “ Iya sus, beritahu kami.”

Perawat : “ Ibu bapak, saya tahu perasaan ibu dan bapak saat ini. Tapi kondisi anak ibu dan bapak sama sekali tidak ada perubahan.”

Ayah : “Bagaimana mungkin? Tolong lakukan tindakan yang baik sus. Kami siap membayar berapapun asalkan anak kami kembali.”

Perawat : “ Pak, disini kami punya aturan. Kami sudah melakukan yang terbaik untuk anak ibu. Sekarang kita serakan saja kepada Allah swt, hanya Dia-lah yang bisa membuat keajaiban,apapun yang tidak pernah kita duga. Karena dia maha segalanya.”

(Kedua orangtua pasien terdiam dan saling melihat. Sang ibu memperlihatkan ekspresi yang tidak suka kepada perawat Ima)

Ibu: “ Maksud suster apa? “

Perawat : “Kita berdoa saja kepada Allah swt, Dia tahu yang terbaik bu.”

Ibu : “ Maaf sus,. Tuhan kami jauh lebih tahu yang terbaik Dia tidak akan rela melihat anak-Nya menderita.”

Perawat : “ Iyaa bu saya mengerti.”

Ibu : “ maaf sus, anda berhijab kita berbeda agama. Urus saja urusanmu dengan Tuhanmu. Karena Tuhan kami jauh lebih tahu yang terbaik.”

Ayah : “ Sudah bu, sudah jangan emosi.”

Ibu : “ Bagaimana tidak emosi, jelas-jelas suster ini menyinggung kita.”

Perawat : “ Maafkan saya bu, saya tidah tahu adanya perbedaan ini.”


Tidak lama kemudian datanglah CI yang mendengar kegaduhan di ruangan tersebut.

CI : “ Selamat siang. Ada apa ini? “ (sambil masuk ke ruangan)

Semua diam dan tertuju kepada CI tersebut.

CI ; “ ada apa ini suster Ima?”

Ibu : “ Ini anak buah anda sudah menyinggung keluarga kami.”

CI : “ Tolong ceritakan yang sebenarnya suster Ima.”

Perawat : “ Begini pak, tadi tugas saya untuk memeriksa pasien. Tetapi kondisi pasien sama sekali tidak ada perubahan. Ibu ini memaksa saya untuk menjelaskan kondisi anaknya. Saya ceritakan. Ibu ini merasa tidak percaya.”

CI : “ Lalu?”

Ibu : “ Ya, karena pelayanannya tidak baik.” (sambil menunjukan jari ke perawat Ima)

Ayah : “ Sabar bu tunggu penjelasan suster Ima dulu.”

CI : “ Saya mohon ibu tenang dulu, supaya saya tahu akar permasalahannnya seperti apa. Agar cepat selesai dan tidak mengganggu ke pasien yang lain. Silahkan suster ima.”

Perawat : “ Iya, saya hanya memberi support dan mengingatkan saja. Kita serahkan semua kepada Allah SWT. Saya benar-benar tidak tahu adanya perbedaan kepercayaan. Saya minta maaf.” (perawat tersebut merasa bersalah)

CI : “ Oh seperti itu. Ibu dan bapak kami selaku pihak rumah sakit minta maaf atas kejadian ini. Sungguh ini diluar pemikiran kami. Kami mohon maaf, karena keterbatsan informasi perawat ima juga ini terjadi. Kita saling menghargai saja. Perbedaan itu bukan menjadi sebuah masalah.”

Ayah :” Saya perwakilan istri minta maaf juga, telah mengganggu, membuat kegaduhan di rumah sakit ini. Saya hanya ingin anak saya sehat kembali. Saya harap perawat Ima tidak melakukan hal yang sama kembali seperti kejadian ini.”

Perawat : “ Iya pak, saya benar-benar minta maaf.”

Ayah :” Tapi tolong datangkan pendeta kemari, saya inin ada pencerahan disini.”

CI :” Baik,pak. Saya akan laksanakan.”

Setelah itu, masalah tersebut selesai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH KLB (KEJADIAN LUAR BIASA)

ASKEP ANAK DENGAN DHF